Dalam Kisah Para Rasul ada tiga versi berita mengenai peristiwa yang terjadi dalam perjalanan ke Damsyik - yang secara populer sering disebut sebagai peristiwa pertobatan Paulus, yaitu dalam Kisah 9:1-19a, 22:6-16 dan 26:12-18. Membandingkan ketiga versi cerita tersebut, kita temukan tiga perbedaan yang menarik untuk diperhatikan. [17]
Dari seseorang yang sangat jahat (di ayat 1-2), berubah drastis menjadi seorang yang bisa kita baca dalam ayatnya yang ke 20. Sebenarnya ada dua orang yang luar biasa dalam perikop kita (selain Tuhan yang kita kenal di dalam Kristus pun adalah Tuhan yang luar biasa tentunya). Yang pertama Saulus tadi, yang kedua adalah Ananias.
Kisah Para Rasul 9:19b-31. Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. (Kis. 9:22) “Mereka yang tidak pernah mengubah pikirannya, tidak akan pernah mengubah apa pun.”. Kata-kata ini telah lama dipercaya diungkapkan oleh
Roh Kudus menginginkan semua orang diselamatkan (Mat 28:19; 2Pet 3:9). Karena para rasul telah menerima Roh Kudus, maka mereka juga menginginkan semua orang diselamatkan. Akan tetapi, secara intelektual mereka belum sadar bahwa keselamatan kini tidak terbatas pada orang Israel saja, tetapi terbuka bagi semua bangsa (ayat Kis 10:34-35). Roh
Saulus bertobat:1-19a # Kis. 22:3-16, 26:9-18 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa Kisah Para Rasul 9 | TB Bijbel | YouVersion | De Bijbel App | Bible.com
Dan juga Kardinal Martini, Kesaksian Santo Paulus (Yogyakarta: Kanisius, 1988). Ada juga yang menyoroti peristiwa itu secara berbeda, yaitu dari kesamaan motif Pengalaman Paulus dengan pengalaman yang lain: Kis 9 sejajar dengan pengalaman para rasul lain, Kis 22 dengan pengalaman Stefanus, Kis 26 dengan pengalaman nabi-nabi.
3YFP.
kisah para rasul 9 1 19a